Diarsipkan di bawah: Puisi
Bulan…..
Kau menghiasi setiap malam
Dan menerangi setiap kegelapan
Kau adalah bulanku
Bulan…..
Engkau adalah cahaya rinduku
Setiap mau turun hujan
Engkau diselimuti awan hitam
Bulan…..
Kalau aku bisa terbang
Aku akan pergi ke engkau
Dan aku akan ingat selalu padamu
Diarsipkan di bawah: Puisi
Banjir
Mengapa kau datang saat hujan deras seperti ini
Terus-terusan kau melanda Ibu Kota Jakarta
Apakah kau tidak kasihan dengan fakir miskin di sana
Banjir
Kau membuat alam kami rusak
Kau juga membuat petani gagal panen
Banyak rumah terendam banjir
Banjir
Kau membuat masyarakat menjadi susah
Kau membuat fakir miskin menjadi menderita
Kau telah menelan harta benda yang ada di sekitar
Pertama kali belajar memotret, aku lakukan di Taman Safari Prigen, Pasuruan pas lebaran tahun 2005. Ini fotonya. Bagus kan?
Diarsipkan di bawah: Puisi
Nyiur melambai di tepi pantai
Menghias indah wajah Tanah Airku
Siulan burung di puncak bambu
Berirama pujaan tumpah darahku
Sawah ladang luas
Lenggang padi menguning berayun
Memanggil semua bertamasya
Memuja alam Indonesia
Sungguh indah pemandangan Tanah Airku
Diarsipkan di bawah: Puisi
Rumahku mungil bercat biru
Atapnya coklat pagarnya baru
Di sana kutinggal bersama ayah dan ibuku
Rumahku memang tak mewah
Dindingnya kayu tapi bersih selalu
Lantainya semen kusapu selalu
Rumahku kurawat dan kubersihkan
Sampah dan kotoran cepat kubuang
Agar rumahku sehat selalu
Diarsipkan di bawah: Puisi
Angin berdesir di pantai
Burung berkicau dengan merdu
Itulah Indonesiaku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyatnya aman dan makmur
Indonesiaku Tanah Airku
Tanah tumpah darahku
Di sana aku dilahirkan dan dibesarkan
Di sanalah aku menutup mata



